Bandung (19/09/2025) – Tim peneliti dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang terdirri dari program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Tadris Bahasa Inggris mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan ini membahas praktik baik penyelenggaraan mata kuliah Inovasi Rekayasa Kewirausahaan yang telah berjalan sejak 2022.
Mata kuliah berjumlah 2 SKS tersebut ditawarkan pada semester 6 dan bertujuan untuk mencetak mahasiswa yang tangguh serta mampu berkreasi dalam membangun usaha. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibimbing oleh dosen dan mentor dari kalangan senior atau alumni. Evaluasi pembelajaran terdiri dari presentasi awal (25%), UTS dengan penekanan pada 24 langkah Disciplined Entrepreneurship karya Bill Aulet (50%), serta presentasi akhir berupa pitching (25%).

Prof. Ir. Arif Sasongko, S.T., M.T., Ph.D dari STEI ITB menjelaskan bahwa sejak awal mahasiswa sudah diarahkan pada orientasi pasar. “Doktrin yang kami tanamkan adalah apakah ada yang mau membeli produk ini. Dari sana mahasiswa belajar menguji ide bisnisnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Wahidmurni, M.Pd dari UIN Malang menyampaikan tujuan FGD ini adalah untuk memperkaya pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). “Kami ingin melihat praktik terbaik di ITB untuk kemudian menjadi model pengembangan kurikulum kewirausahaan di UIN Malang dan kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.
Kegiatan FGD ini dihadiri jajaran dosen STEI ITB, antara lain Egi Muhammad Idris Hidayat, S.T., M.Sc., Ph.D, dan Dr. Eng. Ir. Infall Syafalani, S.T., M.Sc, serta tim peneliti UIN Malang yang terdiri dari Prof. Dr. H. Wahidmurni, M.Pd, Dr. Alfiana Yuli Efiyanti, MA dan Harir Mubarok, M.Pd.





