Prodi Tadris Bahasa Inggris Laksanakan Pengabdian Masyarakat melalui Workshop dan Language Camp di Pesantren Al Yasini

Pasuruan (17/07/2026) – Dalam upaya meningkatkan kompetensi bahasa asing santri sebagai bekal menghadapi tantangan global, Pesantren Al Yasini Pasuruan bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Program Studi Tadris Bahasa Inggris menyelenggarakan kegiatan Workshop dan Language Camp bertema “Pesantren Berbahasa, Santri Mendunia: Menguasai Bahasa Asing, Menuju Santri Unggul dan Berdaya Saing.” Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari, mulai Jumat, 17 Juli 2026, sebagai bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Inggris.

Program ini menghadirkan tim pengabdian yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Inggris FITK, yaitu: Maslihatul Bisriyah, Harir Mubarok, Azka Amara Metriyandani, Hazlinda Paraswati, Andarini Ranu, Ilham Arifin HRP dan Achmad Zain.

Selama sepuluh hari, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang secara komunikatif dan interaktif, mulai dari workshop kebahasaan, praktik percakapan (speaking), penguatan kosakata (vocabulary), pelatihan pengucapan (pronunciation), permainan edukatif, presentasi, hingga pembiasaan penggunaan bahasa asing dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan pesantren.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, sebagai salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki generasi muda. Di era globalisasi dan transformasi digital, santri tidak hanya dituntut memiliki pemahaman keislaman yang kuat, tetapi juga kemampuan berkomunikasi secara internasional agar mampu mengakses ilmu pengetahuan, memperluas jejaring akademik, serta berkontribusi dalam berbagai forum nasional maupun internasional. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Melalui tema “Pesantren Berbahasa, Santri Mendunia”, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan budaya berbahasa asing di lingkungan pesantren, meningkatkan keterampilan komunikasi santri, membangun rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris, serta memperkenalkan metode pembelajaran bahasa yang menyenangkan, aktif, dan aplikatif. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren.

Manfaat yang diharapkan dari program ini tidak hanya dirasakan oleh para santri yang memperoleh pengalaman belajar bahasa secara intensif, tetapi juga oleh para ustaz dan pengelola pesantren melalui penguatan atmosfer kebahasaan yang berkelanjutan. Bagi dosen dan mahasiswa, kegiatan ini menjadi wahana untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mengembangkan kompetensi profesional, sekaligus membangun kemitraan yang produktif dengan masyarakat.

Melalui workshop dan language camp ini, diharapkan lahir budaya belajar bahasa asing yang semakin kuat di Pesantren Al Yasini. Santri diharapkan memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa asing sebagai bekal melanjutkan pendidikan, memperluas wawasan, serta berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Sinergi antara Pesantren Al Yasini dan Program Studi Tadris Bahasa Inggris FITK diharapkan pula menjadi awal dari kerja sama yang berkesinambungan dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan masyarakat berbasis keilmuan.

Semangat “Pesantren Berbahasa, Santri Mendunia” menjadi komitmen bersama bahwa penguasaan bahasa asing bukan sekadar keterampilan komunikasi, melainkan jembatan untuk membuka akses ilmu pengetahuan, memperluas pergaulan global, dan mempersiapkan santri menjadi generasi unggul, berkarakter, serta berdaya saing di era internasional tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait