MIU Login

Guest Lecture “IT for Translation” Bahas Peran AI dalam Dunia Penerjemahan

Malang (06/10/2025) – Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, sukses menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture untuk mata kuliah IT for Translation. Kegiatan ini digelar secara tatap muka di Hall of Microteaching pada pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, dengan fasilitas audio-visual lengkap yang mendukung interaksi aktif antara narasumber dan peserta.

Acara ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait penerapan teknologi informasi dalam dunia penerjemahan, khususnya dalam konteks pemanfaatan alat digital yang mendukung proses studi terjemahan di era digital.

Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari dosen pengampu mata kuliah IT for Translation, Wahyu Indah Mala Rohmana, M.Pd., yang juga bertindak sebagai moderator. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya integrasi teknologi informasi dalam kurikulum pendidikan bahasa Inggris. Selanjutnya, beliau memperkenalkan narasumber utama, Khristianto, S.S., M.Hum., dosen dari Fakultas Ilmu Budaya dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, yang dikenal sebagai pakar di bidang bahasa Inggris.

Dalam sesi utama yang berlangsung hingga pukul 08.00, Khristianto menyampaikan materi secara interaktif dan mendalam kepada mahasiswa angkatan 2022. Ia membahas perkembangan dunia penerjemahan dari metode tradisional menuju era digital, serta menyoroti elemen penting seperti makna literal, koherensi, tata bahasa, dan leksikon dalam konteks penerjemahan teks bahasa Inggris.

Menariknya, Khristianto juga menjelaskan peran kecerdasan buatan (AI) seperti DeepL dalam menangani nuansa budaya saat menerjemahkan karya bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia. Ia membandingkan kemampuan DeepL dengan Google Translate, di mana DeepL dinilai unggul dalam akurasi konteks dan kealamian struktur kalimat, sementara Google Translate lebih cepat namun terkadang kurang presisi dalam teks yang kompleks.

Sesi tanya jawab berlangsung selama sekitar 15 menit, dengan suasana yang hangat dan interaktif. Para mahasiswa antusias mengajukan pertanyaan seputar tantangan etika dalam penerjemahan berbasis AI, aplikasi praktis bagi pemula, hingga tren masa depan seperti penerapan machine learning di industri penerjemahan. Narasumber menjawab secara sabar dan komprehensif, membahas empat hingga enam pertanyaan utama dari peserta.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, dosen, dan mahasiswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai penggunaan teknologi informasi dalam penerjemahan. Pihak panitia berharap kegiatan semacam ini dapat berlanjut di masa mendatang, misalnya dengan mengadakan lokakarya lanjutan bertema “Blockchain dalam Industri Penerjemahan”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait